Monthly Archives: March 2011

Design Thinking

Sehubungan dengan absennya saya minggu lalu jadi saya menulis ini dengan referensi dari blog teman-teman saya. Minggu lalu dalam kuliah ‘Creativity and Innovation’ kami diberikan contoh orang kreatif bernama Adi Panuntun, CEO PT. Sembilan Matahari yang membuat Kota Tua video mapping dan produser film Cin(T)a. Dalam sesi guest lecture tersebut, pembahasannya adalah Design Thinking.

What is Design Thinking?

Design Thinking adalah pemikiran kreatif dari setiap orang yang dimanfaatkan untuk membuat sesuatu. Sehubungan dengan kuliah sebelumnya, hal ini berarti mirip dengan Innovation, membuat sesuatu dengan pemikiran kreatif kita menjadi sebuah product design.

Contoh design thinking yang diterangkan dalam kuliah adalah produk teh, TehBotol Sosro dan air minum kemasan, AQUA. Yang menarik dari kedua produk tersebut adalah, ketika kita menyebutkan brand tersebut besar kemungkinan langsung terbayang bentuknya dalam otak kita. Nama dari kedua produk itu memiliki korelasi yang erat dengan produk aslinya, sehingga mudah untuk membuatnya menjadi top of mind dari konsumer.

Ide keduanya pun kreatif, sederhana tapi potensial. Dalam contoh ini AQUA memiliki sesuatu yang disebut sebagai brand awareness, atau kesadaran akan produk yang lebih hebat dibandingkan dengan TehBotol.

Banyak orang yang membeli air minum kemasan tanpa sadar akan bilang ‘AQUA’. Sama halnya dengan ‘Odol’, kenapa pasta gigi di Indonesia sering disebut ‘Odol’? Karena itu adalah salah satu brand pasta gigi pertama di Indonesia, sayangnya tidak bertahan lama seperti AQUA atau TehBotol.

Design Thinking Process

Observe -> Synthesize -> Brainstorm -> Vote -> Prototype -> Story Tell

Observe

Sesuai dengan namanya memperhatikan hal-hal di sekitar kita. Kita melihat lebih dalam kebutuhan customer dari barang yang nantinya kita buat.

Synthesize

Unstated needs, di sini kita melihat hal itu. Kebutuhan semua orang namun tidak banyak disadari, mungkin justru ada solusi simple dari hal tersebut.

Brainstorm

Sekarang untuk menemukan solusinya kita mengeluarkan semua hal yang terpikir, walaupun mungkin tidak memiliki korelasi yang baik dengan goal. Hal itu dapat disortir di akhir sesi Brainstorm. Process ini lebih baik dilakukan dalam tim, karena lebih banyak kepala (ide) lebih baik.

Vote

Memilih hasil akhir dari Brainstorm, masing-masing pemilik ide tentu memiliki pembelaan idenya. Tapi hal yang penting dari sini adalah produk yang Desirable, Feasible, Viable. Jika 3 faktor tersebut terpenuhi, maka produk dapat dikatakan memiliki potensi yang baik.

Prototype

Ide-ide akhir tadi sekarang diwujudkan dalam bentuk alat, hal ini pernah kita saksikan dalam video perusahaan IDEO yang membuat kereta belanja.

Story Tell

Membuat cerita di balik produk kita, korelasi antara nama dan produk merupakan hal yang menarik untuk diceritakan. Terutama pada retail business, filosofi produk kita merupakan hal penting yang meningkatkan curiosity dari customer. Sehingga pada hasil akhirnya, hal ini membantu daya jual produk kita sekaligus menjadi identitas produk kita dalam market.

Korelasi dan

Dua hal yang terlihat jauh berhubungan, tapi tidak begitu jika apel adalah perusahaan Apple, maka spidol merupakan salah satu inovasinya. Seringkali saya merasa susah untuk berekspresi menggambar dengan jari pada device iPod, iPhone atau iPad. Spidol menjadi ide awal untuk sebuah inovasi sederhana namun berguna.

iMark mungkin bisa menjadi solusi orang-orang yang memiliki keperluan presentasi. Menggambar pada iPad dengan menggunakan sebuah pointer tipis yang lebih precise daripada hanya menggunakan jari. Selain itu photo editing pada device-device touch lainnya milik Apple tentu lebih mudah.

Singkatnya, iMark ini memiliki bentuk small stick yang biasa dipakai pada handphone touch beberapa tahun yang lalu. Penambahan fitur yang sederhana namun bisa berguna bagi beberapa orang design atau business.

Market Retail Masa Depan

Ada 2 sudut pandang dalam cara business menembus market:

Traditional

Cara tradisional bisnis adalah melalui research data kuantitatif dalam menganalisa market. Hal ini yang baru kemudian dikombinasi dengan inovasi. Menurut saya, sebuah proses bisnis yang lazim dan akan selalu begitu, tipe yang dapat dikatakan Calculative atau penuh perhitungan.

Innovation & Design

Dibanding dengan research, tipe ini lebih terfokus pada experience dari produk. Pandangan ini lebih subjektif namun karena terkonsentrasi dengan needs yang ada di market, maka kemungkinan inovasi yang dihasil bisa lebih cemerlang. Menurut saya, sebuah proses bisnis yang tidak lazim namun memiliki kemungkinan membuat market (lebih baik dari menembus market), karena tidak terpaku pada data, tipe yang dapat dikatakan Abstract atau tidak berpatokan, butuh usaha marketing yang lebih dibandingkan tradisional.

Dalam 10 tahun ke depan, keduanya dapat bekerja dengan baik. Innovation & Design akan terus membuat market, sedangkan Traditional akan menjadi supplier bentuk inovasinya.

 

– haput


Nintendo, Best Innovation in Game Industry

Nintendo and Mario

History

Nintendo adalah salah satu perusahaan game yang berdiri sejak awal industri game berjalan. Pada awalnya, di tahun 1889, Nintendo hanyalah perusahaan yang menawarkan produk permainan kartu, bahkan sempat mencoba peruntungan bisnis sebagai perusahaan taxi dan ‘Love Hotel’.

1974 adalah awal dari evolusi industri game, dengan terobosan baru Nintendo bernama NES (Nintendo Entertainment System) yang terkenal dengan game Mario Bros (sebuah game petualangan dengan tokoh utama Mario, the plumber) dan Donkey Kong (game petualangan dengan tokoh utama Donkey Kong, seekor monyet berbadan besar). Perkembangan teknologi pada era ini membuka banyak kemungkinan baru dalam industri game.

Nintendo (Mario) vs SEGA (Sonic)

1985, Nintendo bersaing ketat dengan SEGA, sebelum akhirnya SONY, perusahaan elektronik besar Jepang memutuskan untuk masuk ke dalam industri game, dengan Sony PlayStation (1994). Adanya PlayStation yang menggunakan teknologi CD untuk bermain game membuat paradigma sebelumnya bahwa bermain game memerlukan banyak uang menjadi patah sama sekali, terutama di negara yang rawan pembajakan seperti Indonesia. Sebelumnya bermain game memakan banyak uang, karena setiap game memakai cartridge, yang berarti membeli chip game untuk setiap judul baru.

Console Wars 1

Atas (dari kiri) : Super Nintendo, Nintendo 64. Bawah (dari kiri) : PlayStation One, SEGA Dreamcast.

1996. Dengan perkembangan industri console gaming yang pesat bersama dengan kemajuan teknologi, para gamer pun antusias dengan evolusi grafik dari setiap console. PlayStation adalah yang pertama kali memungkinkan tampilan gambar 3 Dimensi. Walaupun Nintendo sempat mengembangkan Nintendo 64 untuk menandingi SONY dalam kualitas gambar, kenyataannya penjualan Nintendo tetap kalah. Demikian pula nasib SEGA dengan Dreamcast-nya.

Mayoritas gamer di era ini memilih console utama mereka adalah Sony PlayStation. Meskipun demikian, Nintendo masih bertahan dengan beralih ke sektor handheld gaming, yang memungkinkan bermain game di mana saja dengan produk GameBoy dan GameBoy Color.

Console Wars 2

PS2 vs Xbox vs GameCube

2000. Raja developer operating system komputer, Microsoft juga memutuskan untuk masuk ke industri game, dengan Microsoft Xbox. Dengan teknologi yang dimiliki, tentunya mengalahkan grafik PlayStation tidaklah sulit. Respon dari SONY pun cepat, dengan pengembangan PlayStation 2, grafik mereka pun mampu bersaing dengan Xbox.

Dominasi SONY dan Microsoft pun akhirnya menelan SEGA dan Nintendo sedikit demi sedikit. Walaupun Nintendo mengembangkan GameCube, console ini kalah jauh dalam penjualan.

Nintendo kali ini bertahan dengan image exclusive brand yang mempatenkan judul-judul game mereka yang digemari sejak lama, di antaranya adalah Mario, Donkey Kong, Zelda dan Pokemon. Game-game tersebut hanya bisa dimainkan melalui console Nintendo.

Console Wars 3

PS3 vs Xbox360 vs Wii

2006. Inovasi terbesar Nintendo adalah membaca evolusi market industri game di era ini. Microsoft mengeluarkan Xbox360 dan Sony mengeluarkan PlayStation 3 yang memiliki kualitas gambar berbeda jauh dengan console pendahulunya, keduanya berlomba untuk memproduksi kualitas gambar terbaik dalam gaming experience. Dengan pengembangan teknologi Nintendo yang tidak mungkin mencapai kompetitornya, mereka mendapat ide console Nintendo Wii.

Rekor penjualan Nintendo Wii bahkan mengalahkan PlayStation 3 dan Xbox360, walaupun kualitas gambarnya kalah oleh 2 console yang dapat dikatakan high-end console tersebut. Mengapa demikian?

Innovation of Wii

Wii memiliki bunyi yang sama dengan “We” yang berarti Kita. Siapa saja bisa bermain Wii, console yang sangat mudah untuk dimainkan. Meskipun memakai teknologi wireless yang sama dengan Xbox360 dan PlayStation 3, Wii menggunakan stick control yang berbeda bentuk (seperti remote TV) yang dilengkapi dengan teknologi motion sensor, yang berarti setiap gerakan remote tertangkap oleh console Wii.

Contoh:

Wii Sport Tennis

Wii Sport Boxing

Wii Tiger Woods PGA Pro Tour 10 (Golf)

Wii Mario Kart (Racing)

Video-video di atas merupakan bukti bahwa Nintendo Wii menawarkan experience yang sama sekali baru dalam dunia game. Nintendo tidak mengejar kualitas gambar sebagai fitur utama pada gamer, melainkan cara bermain game.

Seringkali game-game pada PlayStation atau Xbox adalah game yang dinilai terlalu serius dan gamer membutuhkan waktu untuk belajar cara memainkannya. Pada masa sekarang ini, orang-orang dari berbagai kalangan usia bermain game. Dari anak berusia balita hingga usia 60 ke atas memiliki keinginan untuk bermain game. Atas dasar inilah Nintendo membuat game yang bisa dimainkan semua orang.

Fakta yang menarik tim research Nintendo adalah betapa pesatnya perkembangan game sebagai alternatif entertainment, sehingga kini gamer tidak pandang usia dan gender. Nintendo Wii berhasil merangkul market yang sebelumnya tidak terlihat oleh SONY dan Microsoft, sebagai hasilnya Wii pun adalah winner console di era ini.

Conclusion

Nintendo memiliki 4 Inovasi penting:

- Business Model

Switching market yang dilakukan Nintendo sebagai perusahaan game adalah gerakan beresiko bagi setiap bisnis. GameBoy, Nintendo DS, dan Nintendo Wii adalah bukti nyata kesuksesan Nintendo dalam penetrasi pasar.

- Technology

Motion Sensor wireless dari Nintendo Wii dan juga bentuk controllernya mengubah paradigma market sekaligus meraih market share dari non-serious gamer.

- Product

Inovasi terbesar mereka dalam produk adalah GameBoy (alat bermain game pertama yang bisa dipakai sambil bergerak dan mudah dibawa) dan Wii (gaming experience yang fresh).

- Service

Nintendo Wii juga menawarkan fitur bermain via Wi-Fi, yang memungkin gamer dari Asia bertemu dengan gamer dari Eropa melalui koneksi internet. Layanan ini dapat dipakai secara gratis.

Selain itu Nintendo juga menjual dan menyediakan game-game classic mereka untuk didownload melalui fitur Wii, yaitu Wii Shop Channel.

Fitur lain Wii adalah membaca berita sehari-hari, e-mail dan menonton film dengan layanan Netflix. Dengan program berlangganan Netflix, setiap user Wii dapat menonton film melalui Wii dan bisa memilih film melalui katalog internet.

------

Nintendo adalah salah satu pioneer dari inovasi-inovasi di dunia game. Tidak hanya dengan console, tapi melalui game buatan mereka pun banyak gamer yang terhibur.

Industri game adalah bisnis entertainment yang tidak bisa dipungkiri lagi keberadaannya, penghasilannya bahkan dapat dikatakan setara dengan industri film hollywood.

- haput