Business Model : IFC

Dalam kuliah Creativity and Innovation minggu ini, hal yang dipelajari adalah membuat simple business model dengan tema berupa stasiun televisi, provider handphone atau social network. Tema yang dipilih adalah stasiun televisi bernama IFC, atau Indonesian Food Channel. Sama seperti channel AFC yang kadang kita lihat ketika browsing channel televisi di tv kabel, namun semuanya bertema Indonesia dan merupakan channel lokal.

IFC adalah sebuah channel TV berisikan khusus hal-hal kuliner Indonesia, sebuah konsep yang baru di dunia entertainment Indonesia. Kuliner atau bidang makanan adalah sesuatu yang menjadi kebutuhan semua orang, eksplorasi akan variasi baru di dunia kuliner menjadi penawaran utama atau Value Proposition dari channel ini. Terutama dengan khas Indonesianya, membuat kita lebih bangga dan berniat melestarikan keberagaman kuliner bangsa kita.

Customer Segment dari IFC adalah:

  • Pria/Wanita usia di atas balita
  • Culinary product related advertisement
  • Restaurant
  • Chef
  • Culinary Academy
  • Event Organizer

Channel ini mencapai target di atas dengan melalui Distribution Channel :

  • TV Cable
  • Live Streaming from website
  • Magazine
  • Newspaper
  • Cookbook

Selain itu kontak dengan penonton juga diperlukan untuk menjaga target market yang telah tertampung, Customer Relationship:

  • Hotline
  • Discount voucher untuk restoran
  • Quiz

Supaya value dari IFC bisa mencapai customer dengan analisis segmen ini maka IFC perlu membangun Core Capabilities, berupa tayangan-tayangan seperti:

  • Restaurant Review, jalan-jalan dan mereview restoran serta makanan khas daerah
  • How To Cook, program utama berisikan cara-cara memasak
  • Cooking Competition, program seperti MasterChef
  • Talk Show dengan pebisnis restoran, chef, dan orang-orang dunia kuliner
  • Tips and Trick, acara singkat berupa saran dalam teknik memasak atau cara memasak yang mudah

Diharapkan dengan program-program tersebut, orang Indonesia semakin mengapresiasi skill memasak dan variasi dunia kuliner yang dimiliki Indonesia. Kita termasuk negara yang memiliki kekayaan dunia kuliner dan hal ini patut dibanggakan.

Untuk memperlancar proses penyampaian value tersebut, IFC juga harus memiliki partners:

  • Restaurant
  • Chef
  • Culinary Academy
  • Gourmet-related company, seperti equipment dapur dan produk dapur
  • Travel Agency

Supply Chain atau Activity Configuration, yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini adalah:

  • Producer
  • Script Writer
  • Broadcaster
  • Event Management
  • Advertising Management

Setelah jalan bisnis yang jelas tadi, kita perlu mengkaji sektor finansialnya, ada hal yang menjadi Cost dan Revenue.

Cost:

  • Production
  • Crew Salary
  • Publishing

Revenue:

  • Advertising
  • Website Live Streaming Subscription
  • TV Cable payment
  • Talkshow or Food Festival ticket payment
  • Cookbook sales

Jadi bisa dilihat, sebenarnya bisnis ini memiliki setup cost yang bisa dengan mudah ditutupi revenuenya yang memiliki banyak sumber. Selain itu IFC juga berpotensi menjadi komunitas besar kuliner Indonesia yang membuka kemungkinan ekspansi bisnis seperti restoran milik IFC.

Advertisements

About haput070

Just a student of SBM-ITB View all posts by haput070

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: