Monthly Archives: May 2011

Summary

Tiba pada akhir dari masa kuliah saya pada ‘Creativity and Innovation’ di SBM-ITB. Saya mendapatkan banyak manfaat dari kuliah ini, terutama dalam pengembangan kreativitas.

Singkat saja..

Saya menjadi lebih leluasa dalam menulis dan menyuarakan pikiran saya yang mungkin terpendam, karena saya biasanya pendiam :D. Selain itu, sebagai mahasiswa bisnis saya mendapat banyak ide pengembangan bisnis melalui business model dan cara-cara brainstorming yang saya pelajari dalam kelas.

Hal terpenting yang saya pelajari dalam kelas ‘Creativity and Innovation’ adalah terus mencoba dan bagaimana kegagalan adalah bagian dari proses belajar untuk menjadi lebih baik. Karena itu saya belajar untuk tidak takut untuk mencoba dan gagal, untuk setiap kegagalan yang dibuat adalah selangkah lebih dekat menuju keberhasilan. 😀

– haput

Advertisements

Indomie di Pasar Dunia

Post ini adalah UAS kuliah ‘Creativity and Innovation’ dan mungkin mengakhiri blog tugas saya ini. Tetapi saya akan tetap menulis, entah dalam bentuk forum ataupun blog baru di kemudian hari.

Siapa tidak kenal Indomie, makanan khas anak bangsa kita? Dengan berbagai jenis makanan yang tersedia di sekitar kita, indomie tetap menjadi salah satu favorit kita, sekalipun tidak dalam situasi darurat. Ini membuktikan bahwa cita rasa dari makanan instan tersebut sangat digemari oleh bangsa kita.

Why Indomie?

Sebagai makanan instan yang praktis namun memiliki cita rasa yang kuat, Indomie menguasai pasar mie instan di Indonesia.

Contoh iklan Indomie :

Lewat iklannya, Indomie di-brand sebagai makanan khas Indonesia yang disukai semua orang, dari berbagai kalangan. Kenapa? Harga Indomie sangat terjangkau, bahkan untuk kalangan bawah.

Innovation and Business Model (Go International)

Sudah jelas asal mula noodles atau mie adalah dari negeri Cina, lalu kenapa Indomie memiliki alasan untuk penetrasi pasar? Mudahnya, Cina sendiri tidak mampu memproduksi mie instant yang menandingi Indomie (walau sedikit subjektif, saya yakin banyak orang Indonesia yang setuju :D) dalam cita rasa dan harga yang ditawarkan.

— Innovation —

Noodle Community

Dalam beberapa negara maju, noodle atau mie sudah diapresiasi dan memiliki komunitas tersendiri bagi penggemarnya. Sebagai contoh, Australia memiliki komunitas bernama Noodle Culture. Ini adalah tantangan tersendiri bagi Indomie untuk menembus pangsa pasar tersebut dan merebut hati komunitas seperti Noodle Culture.

Bagi orang-orang seperti mereka, memakan mie adalah suatu bagian dari culinary taste, jadi mie instant dapat dipandang sebagai makanan yang bercita rasa dan bukan sekedar makanan darurat seperti pada kondisi bencana alam yang kita ketahui.

Sedangkan untuk negara yang belum memiliki komunitas ini, Indofood dapat masuk sebagai pioneer untuk membuat komunitasnya.

Warkop => Noodle Shop

Warkop alias Warung Kopi adalah kultur Indonesia yang tidak ada di luar negeri. Warkop biasa menjual kopi, susu, dan Indomie. Sesuatu yang sangat lazim ditemukan di Indonesia, namun langka di negeri lain. Hal ini dapat diendorse oleh Indofood dan dikemas dalam bentuk berbeda, sebut saja Noodle Shop. Konsep Noodle Shop adalah menjadi tempat nongkrong seperti layaknya Coffee Shop, namun menu utama di sini adalah Indomie. Sekilas terkesan tidak berprospek, namun dengan packaging tempat yang baik dan dipadukan dengan harga Indomie, saya tidak melihat alasan kenapa toko tersebut bisa tidak memiliki peminat. 😀

— Business Model —

Value Proposition

Original taste of Indonesian noodle at anywhere, anytime

adalah value dari produk Indomie, sebuah produk asli dalam dunia kuliner Indonesia yang siap dinikmati di mana saja dan dalam cita rasa yang sama.

Customer Segments

  • Everyone!!

Segmen market dari produk Indomie sangat luas, semua orang yang menyukai mie instant Indomie dari berbagai kalangan usia, gender dan ras bisa menikmatinya.

Distribution Channel


  • Supermarket
  • Noodle Shop

Indomie biasanya didistribusikan dalam jumlah besar melalui supermarket / hypermarket, seperti Carrefour, HERO, WalMart, 7 Eleven dan banyak supermarket lainnya.

Selain melalui swalayan, Indomie juga bisa dijual melalui Warkop atau Noodle Shop yang diusulkan dalam inovasi ini.

Noodle Community yang sebelumnya diterangkan juga memiliki channel untuk mengadakan event sebagai sesama pecinta mie, di sinilah Indomie bisa berkonstribusi ke dalam market tersebut.

Customer Relationship

  • Noodle Community
  • Health Institute

Melalui jaringan Noodle Community, Indofood bisa menjalin hubungan baik dengan customer. Selain itu ada baiknya juga Indofood memiliki akses dengan institut-institut kedokteran untuk mengklarifikasi seberapa berbahaya dampak mie instant yang dikonsumsi secara berlebihan dan penyuluhan mengenai frekuensi makan mie berikut dengan analisis nutrisi yang dibutuhkan para pecinta mie supaya tetap hidup sehat dengan menikmati makanan kesukaan mereka.

Core Capabilities

  • Instant
  • Cheap
  • Consistent Seasoning

Dengan bumbu yang konsisten, harga yang murah dan cara membuat yang instant maka Value Proposition dari Indomie dapat tercapai.

Partner

  • Supermarket
  • Noodle Shop

Sesuai dengan distribution channel, maka partner penting Indomie dalam proses ‘Go International’ adalah Supermarket dan Noodle Shop. Dengan menjadi supplier dari tempat-tempat tersebut maka Indomie akan memiliki konsumen tetap dan siap untuk ekspansi ke negara-negara lain.

Supply Chain / Activity Configuration

Salah satu event Indomie di Indonesia

  • Factory
  • Event Management
  • Advertising Management
  • Business Branch Manager
  • Logistics

Yang dibutuhkan oleh Indomie untuk ‘Go International’ dalam supply chain dan activity adalah pabrik yang siap untuk dijalankan di negara-negara besar. Event Management untuk mengadakan event dengan Komunitas Noodle. Advertising Management untuk membentuk konsep advertisement yang berbeda-beda sesuai dengan target market tiap negara. Business Branch Manager sebagai badan manajemen dari setiap negara tempat ekspansi. Logistik apabila diperlukan untuk menekan cost dari export.

— Finance —

Cost Structure

  • Production Cost

Ongkos dari mass production produk Indomie yang siap diekspor ataupun pada sebagian negara sudah didirikan local factory.

  • Shipping Cost

Ongkos dari pengiriman produk Indomie ke negara-negara ekspor.

  • Expansion Cost

Ongkos dari marketing Indomie di sebuah negara serta pendirian kantor atau pun pusat bisnis nya beserta dengan ongkos pengoperasiannya.

Revenue Stream

  • Supply
  • Noodle Shop (Retail)

Pendapatan utama Indofood dari ekspor Indomie adalah dengan menjadi supply dari mie instant di setiap market. Indomie sangat mampu untuk menjadi ‘Mie Instan Nomor 1 Dunia’. Selain itu dari setiap Noodle Shop yang didirikan Indofood akan menambah penjualan secara retail. Indomie menekankan keuntungan dari penjualan secara quantity.

Conclusion

Indomie merupakan makanan khas Indonesia yang mempunyai cita rasa tinggi. Saya menyadari pasti banyak orang Indonesia yang merindukan rasa Indomie ketika mereka pergi ke luar negeri. Karena itu saya memikirkan ide bagaimana orang bisa makan Indomie, siapapun dia, dimana pun itu, dan kapan saja. Jadi Indomie harus available secara global dan business model di atas adalah salah satu jalan untuk mewujudkan hal itu.

Iklan Indomie di Nigeria

Bonus

Lagu Indomie!

Maju terus Indomie!! Karya Bangsa Indonesia!

– haput


Menulis Di Internet

Setelah hampir 1 semester saya mengikuti kuliah Creativity and Innovation di SBM-ITB. Saya merasa mendapat pengalaman baru menulis di internet, dalam bentuk sebuah blog wordpress ini. Walaupun setiap post yang mengisi blog saya adalah sebuah tugas yang diberikan, setiap orang pasti akan mengerjakan tugas menulis artikel ini dengan cara dan sudut pandang yang berbeda-beda juga. Dengan satu topik, seperti tugas sebelumnya, contoh saja artikel saya tentang Nintendo maka saya dituntut untuk mengeksplor ide tentang topik tersebut. Tidak hanya itu, saya juga jadi bisa berbagi pengalaman kepada orang lain tentang hal-hal yang saya alami dan rasakan.

Pengalaman lain saya menulis di internet adalah menulis dalam forum. Beberapa contoh forum yang pernah saya ikuti adalah forum angkatan, kaskus, ligagame.com, atau cfcnet (penggemar klub sepakbola Chelsea).

Kaskus, The Largest Indonesian Community

Kaskus, sebagaimana menyebutkan dalam taglinenya adalah komunitas orang-orang Indonesia berkumpul di internet. Dengan berbagai fitur, seperti pembahasan tentang pendidikan, berita, game, forum jual beli maupun fungsi yang lebih banyak lagi. Baik orang tua maupun muda, serta dari berbagai jenjang pekerjaan dan pendidikan ikut berpartisipasi.

LigaGame, Komunitas Game Indonesia

Sebagai gamer, saya juga berpartisipasi dalam forum game terbesar di Indonesia, Ligagame. Di website ini, para gamer bisa bertukar informasi tentang game yang dimainkan, peralatan gaming, maupun kenalan sebagai sesama gamer.

CFCNet, Biggest Unofficial Chelsea Forum

Dalam CFCnet, para fans klub sepakbola Chelsea dari seluruh dunia berkumpul. Suatu pengalaman yang baik bagi saya untuk bertukar informasi sesama fans, selain itu juga melatih skill saya dalam berbahasa inggris. Sangat menyenangkan membaca pendapat-pendapat mereka yang penuh candaan namun intelek dalam mengomentari sepakbola.

Dalam forum, saya merasakan interaksi yang lebih dibandingkan dengan menulis blog seperti sekarang, karena ada timbal balik komentar dari orang lain untuk setiap komentar yang saya tanggapi. Selain itu forum bisa menjadi sarana yang sama informatifnya dengan blog, dengan lebih banyak diskusi yang terjadi maka sebuah topik dalam forum yang awalnya hanya menyediakan sedikit informasi (contohnya: penulisan berita di kaskus) dapat dilengkapi oleh orang-orang lain yang terhubung dalam forum melalui media internet.

Menurut saya, dibandingkan dengan menulis biasa, tulisan di internet dapat lebih memperluas wawasan kita serta mengembangkan kreativitas kita dalam menulis. Vokal dalam tulisan, berarti kita juga kreatif dalam menyampaikan pikiran kita dalam bentuk sebuah tulisan, apalagi dengan banyak orang yang membaca tulisan kita. Seperti contohnya, tulisan saya sekarang, pada awalnya bingung akan hal-hal yang harus ditulis tetapi tulisan ini sekarang mengalir dengan sendirinya.

Hanya saja, dalam menulis di internet adapula hal-hal yang harus kita perhatikan. Para penulis di internet kini telah sepakat menamai etika menulis di internet sebagai netiquette. Hal ini dapat dibaca melalui wikipedia, dalam link http://en.wikipedia.org/wiki/Netiquette.

Semoga kita dapat terus berkarya dalam internet dan masi mengacu pada Netiquette atau etika berinternet.

– haput